Cerita Masuk ke SMA

Akhirnya salah satu ekspektasi dari orang tua terwujud juga pada fase SMA, karena kali ini berhasil masuk ke sekolah SMA favort yang ada di daerah Talun. Memang pada waktu SMP, saya gagal untuk masuk di sekolah favorit yang ada di kota Wlingi, namun seiring berjalannya waktu, justru banyak pengalaman  kehidupan yang mungkin hanya bisa ditemukan dalam sekolah yang tidak favorit. Membolos, berkelahi, berpacaran, menyontek untuk kebersamaan, di setrap bareng, diusir dari kelas, celotehan, dan kenakalan lainnya yang apabila diingat-ingat ternyata, cukup nakal juga. Menurut saya, nakal boleh, tapi sekali aja dan jangan yang fatal hehehe. Lebih baik nakal saat masih kecil daripada saat tua. Berbekal sedikit ilmu pelajaran dan juga ilmu kehidupan dari SMP aku mengarungi kehidupan di SMA terfavorit di kota Wlingi. Dan masa-masa paling indah dimulai pada fase ini.

Setelah pengumuman penerimaan siswa pada waktu itu, pertama kali jumpa dengan siswa-siswa yang jenius dari se-kabupaten Blitar bikin gugup, deg-degan dan minder. Bayangkan saja dari SMP ku yang masuk di SMA tersebut hanya segelintir orang dalam hitungan jari, kalau dibandingkan di SMP favorit(yang aku gagal masuk dulu) udah kayak pindah kelas aja mereka. Maklum, kalau boleh dibilang nilaiku dari Ujian Akhir Nasional SMP pada waktu itu hanya bagus karena beruntung aja hehehe, beruntung punya banyak teman yang bisa diajak kerjasama pada ujian LOL, posisi menentukan prestasi. Selebihnya hanya ijin dari Allah dan doa yang dipanjatkan Bapak dan ibu yang bisa membuatku keterima di SMA itu, tapi ya tetep belajar juga tentunya jangan ngawur. Oke kembali lagi, dari undangan yang diterima akhirnya disuruh masuk ke kelas untuk menerima beberapa pengumuman dari sekolah. Pengelompokan kelas pada pengumuman ini disusun berdasarkan NEM (Nilai Ebtanas Murni wkwkwkwk “EBTANAS”) yang palng tinggi ke paling terendah, aku yang hitam dan kecil ini berada di kelas nomor 4 dari 10 kelas, not bad lah dari salah satu anak dari 3 anak yang mewakili dusun untuk masuk di SMA itu. Begitu masuk kelas, seperti yang sudah kuduga pasti mereka banyak yang sudah saling kenal, wong mereka berasal dari sekolah SMP favorit yang sama, anehnya kalau aku bandingkan pada saat di SMP yaitu bangku depan penuh semua, emang beda kalau sekolah favorit ya ahahaha. Aku sudah pasti dan seperti hanya anak kurang baik lainnya pasti cari tempat paling belakang, beda mindset emang saat itu hehehe. Akhirnya aku duduk sama anak yang sepertinya datang dari daerah lain Namanya Dedi, soalnya dia diam aja seperti gak punya teman kasihan lah pokoknya, sama kayak aku wkwkw.

Duduk sama si Dedi seharian, kenalan-kenalan basi dan percakapan yang terkesan formalitas mewarnai hariku bersamanya. Saya sama dedi kayak beda kasta, dia dari Kota Blitar, saya dari dusun, nyari topik yang sama aja susah. Saya yang tiap hari pada masa SMP hanya main bola plastik, mengaji, main layangan berbanding terbalik dengan si Dedi yang dari awal ketemu dia cerita-cerita tentang game online. Saya saja ke warnet cuman ngopi mp3 sama cari-cari video tutorial, doi udah main game online seharian, betapa sugihnya (kaya) doi bisa punya akses internet dirumahnya, saat itu pada tahun 2006. Ya apapun itu hobi dia, kita saling menghargai pada waktu itu, walaupun obrolannya sulit banget ketemu titik hubungnya, tapi saya salut dia berusaha membahas sesuatu, agar diantara kami selau ada topik yang dibicarakan.  Akhirnya hari pertama tersebut berakhir, ketemu teman baru dan menyadari ternyata banyak orang pintar yang lebih pintar dari saya, membuat saya menatap kedepan lebih siap dengan berbagai persaingan di dunia akademik yang akan terjadi waktu itu. Setelah semua pengumuman termasuk MOS (masa orientasi siswa) pada waktu itu, kelas yang tadinya diurutkan dari yang pintar ke kurang pintar akhirnya diacak untuk menghilangi grup yang pintar dan grup yang kurang pintar, karena pada dasarnya semua orang itu pintar. Berikutnya, saya akan menulis tentang tahun pertama di SMA pada postingan berikutnya. Terimakasih sudah membaca postingan ini (kalau ada). Boleh share juga cerita kalian di kolom komentar untuk nanti aku kunjung baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s