Horizontal Scalling aplikasi web berbasis PHP

Horizontal Scalling aplikasi web berbasis PHP

Pengalaman pribadi membuat sebuah website custom menggunakan PHP saya menyadari banyak sekali tantangan yang harus dihadapi, ketika kita berada di dalam track yang benar, rasanya seperti berhasil menyelesaikan misi yang besar. Yang paling mneyenangkan adalah ketika melihat jumlah pengunjung di website kita terus meningkat, iya gak? Biasanya sih gitu, sampai, ketika traffic pengunjung bertambah terlalu buanyak dan akhirnya membua LAMP kita crash, modar sudah!. Hal ini bisa menjadi cukup serius jika kita membuat system yang mempertaruhkan nama perusahaan client atau mungkin kita sendiri, netizen bias nge-judge kalau perusahaan kita ini ecek-ecek dan tidak profesional. Continue reading “Horizontal Scalling aplikasi web berbasis PHP”

Belajar dari Kang Dewa – Jackpot Rezeki

Belajar dari Kang Dewa – Jackpot Rezeki

Pernahkan kalian merasa ada saat ketika Allah memberikan rejeki yang melimpah dari hal yang tidak kita duga dan tak disangka-sangka? menurut Kang Dewa itu namanya Jackpot Rejeki. Ada 7 cara untuk mendapatkan Jackpot Rejeki: Continue reading “Belajar dari Kang Dewa – Jackpot Rezeki”

Menjadi Panitia Pemilu Luar Negeri – PPLN

Menjadi Panitia Pemilu Luar Negeri – PPLN

Awal tujuan datang ke Taiwan adalah untuk menempuh studi dan juga napak tilas kerjaan orang tua pada saat aku masih SMP-SMA dulu. Tapi Tuhan memberikan ilmu yang lebih dari sekedar ilmu akademis, yaitu berorganisasi, kepedulian, berpolitik dan bahkan menjadi “PNS” selama setahun di Taiwan. Lah kok bisa? masa ada PNS di luar negeri?, ya ini buktinya memang ada, menjadi Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) membuatku menjadi PNS di luar negeri. Kesempatan ini tentunya akan datang 5 tahun sekali di semua negara yang mempunyai WNI. Continue reading “Menjadi Panitia Pemilu Luar Negeri – PPLN”

Cerita Masuk ke SMA

Akhirnya salah satu ekspektasi dari orang tua terwujud juga pada fase SMA, karena kali ini berhasil masuk ke sekolah SMA favort yang ada di daerah Talun. Memang pada waktu SMP, saya gagal untuk masuk di sekolah favorit yang ada di kota Wlingi, namun seiring berjalannya waktu, justru banyak pengalaman  kehidupan yang mungkin hanya bisa ditemukan dalam sekolah yang tidak favorit. Membolos, berkelahi, berpacaran, menyontek untuk kebersamaan, di setrap bareng, diusir dari kelas, celotehan, dan kenakalan lainnya yang apabila diingat-ingat ternyata, cukup nakal juga. Menurut saya, nakal boleh, tapi sekali aja dan jangan yang fatal hehehe. Lebih baik nakal saat masih kecil daripada saat tua. Berbekal sedikit ilmu pelajaran dan juga ilmu kehidupan dari SMP aku mengarungi kehidupan di SMA terfavorit di kota Wlingi. Dan masa-masa paling indah dimulai pada fase ini. Continue reading “Cerita Masuk ke SMA”

Belajar Dari Setiap Fase Kehidupan (1)

Sebelum membahas lebih jauh tentang masalah dalam judul ini. perlu saya disclaimerkan dulu, bahwa ini adalah pendapat saya pribadi. Posisi saya saat ini adalah masih seorang ya bisa dibilang pemuda yang masih belajar mana yang “benar -benar” benar dan mana yang mungkin masih abu abu dan cenderung ora bener.

Setiap orang mempunya fase kehidupannya masing-masing. Bener kan? udah banyak kok quote tentang ini jadi kebanyakan orang pasti setuju lah. Kebetulan juga sampai saat ini sudah cukup banyak fase kehidupan yang Alhamdulillah banyak aku lewati dengan problemnya masing-masing di setiap fase. Pokoknya walau halangan rintangan, membentang, tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran haha huuuu, sun gokong is in da house (gak usah ikut nyanyi deh). Ketakutan, merasa tertantang, putus asa, kembali bangkit, semua nano nano nano, ramai rasanya (gak usah nyanyi lagi woi) udah pernah saya rasakan, aku rasa semua pernah lah ngerasa kek gini. kali ini saya coba ingat-ingat apa yang aku dapatkan dalam setiap fase kehidupan. Continue reading “Belajar Dari Setiap Fase Kehidupan (1)”

Membuat atau Mencari Komunitas Machine Learning Indonesia

Membuat atau Mencari Komunitas Machine Learning Indonesia

Menjadi satu-satunya International Student di sebuah lab kampus yang berada di negara kecil Asia, yaitu Taiwan, membuat munculnya kegelisahan ini. Ada sekitar 12 teman dalam satu labku, kebetulan dari Taiwan semua, which is bagus lah buat belajar mandarin. Kebetulan saya mengambil studi S3 Computer Science di National Central Unviersity, Taiwan atau 中央大學 (dikit dikit aku ngerti ginian) orang indo yang gak tau pinyin, bacaaanya kek gini congyangtasue. Tiap hari belajar, bukannya tambah merasa pintar malah merasa terpuruk dan bodoh. Teman yang lain udah nulis paper publish dimana mana, nah aku cuman conference doang wkwkwkw, parah dah. Ya gitu lah hidup. Continue reading “Membuat atau Mencari Komunitas Machine Learning Indonesia”

Yang Harus Kita Ketahui Tentang Publikasi Jurnal Ilmiah

Banyak orang berfikir kalau mengambil kuliah S3 itu sangat sulit sekali, menurut saya itu salah. Mengambil S3 itu mudah masuknya, dalam prosesnya menjadikan susah untuk keluar hehehe. Seperti itulah hidup, gak cuma S3 saja yang banyak tantangan. Semua orang yang bernafas di dunia ini juga punya tantangan kehidupan masing-masing.

Postingan kali ini tentang publikasi jurnal ilmiah. Kenapa posting ini?, ya karena kemana aja kamu sebagai anak S3 tahun ke 2 kalau gak ngerti ginian. Seharusnya sejak kita mengambil kuliah S1 sudah mengerti barang ginian. Continue reading “Yang Harus Kita Ketahui Tentang Publikasi Jurnal Ilmiah”

The Elements of Style 3: Kapan kita pisahkan dan satukan kalimat

1. Jangan menjadikan kalimat-kalimat yang seharusnya bisa menjadi 1 kalimat utuh, dipisah menjadi dua kalimat.

Dengan kata lain, jangan gunakan titik sebagai tanda koma. Misal,

– I met them on the train. Coming home from Tainan to Taipei. (salah)
– He was an interesting talker. A man who had travelled all over the world and lived in half a dozen countries. (salah)

Dalam dua kalimat diatas, titik pertama harusnya diganti oleh koma dan kata berikutnya dimulai dengan huruf kecil.

Dibolehkan untuk menggunakan kata-kata empati atau ekspresi, untuk mempertegas tujuan dari kalimat dan untuk memperjelasnya. Misal,

– Again and again he called the police. No reply. (ini okelah)

Sang penulis harus dan bagimanapun juga, secara pasti bahwa penekanan tersebut terjustifikasi, kalau pitingan kalimatnya kelihatan seperti sebuah kesalahan dalam penulisan. Secara umum, tempat untuk kalimat yang patah adalah di dalam dialog, ketika seorang karakternya sedang berbicara. Contoh,

– The dog is running in circle chasing his own tail. Stupid dog. (Boleh karena kita menggunakannya dalam dialog)
– Contoh yang jelek: I had to get a cup of coffee. Bring very sleepy.

2. Gunakan titik dua (:) setelah klausa independen untuk memperkenalkan fakta-fakta, keterangan-keterangan, Apositive, Amplification atau kutipan yang ilustratif.

(Appositive adalah kata atau frasa yang berfungsi menjelaskan atau mendeksripsikan kata benda (noun) atau kata ganti benda (pronoun) yang diikutinya).

(Amplification adalah ucapan retoris, pertanyaan yang tidak perlu dijawab, dalam segala bentuk cara bahwa argument, penjelasan, atau deskripsi bisa diperluas ataupun diperkaya)

Titik dua menceritakan ke pembaca bahwa apa yang mengikuti setelahnya sangat berhubungan dekat dengan klausa sebelumnya. Titik dua mempunyai efek lebih kuat daripada tanda koma, lebih sedikit kekuatan untuk memisahkan daripada titik koma (;) dan lebih formal daripada strip. Biasanya mengikuti klausa independen dan seharusnnya tidak memisahkan kata kerja dari pelengkapnyaatau preposisi dari objeknya. Contoh-contoh berikut yang ditulis dalam bentuk miring adalah salah: bentuk yang benar adalah yang dalam bentuk huruf tegak:

– Your dedicated study room requires: a desk, a chair, and a bookshelf
o Your dedicated study room requires three props: a desk, a chair, and a bookshelf.
– Understanding is that penetrating quality of knowledge that grows from: theory, practice, conviction, assertion, error and humiliation.
o Understanding is that penetrating quality of knowledge that grows from theory, practice, conviction, assertion, error and humiliation.

Gabungkan dua independen klausa dengan sebuah titik dua jika yang kedua memperjelas yang pertama.

– Dr. Yamanaka’s work is truly revolutionary: for the first time, stem cells do not have to come from destroyed embryos.

Titik koma juga boleh digunakan untuk memperkenalkan kutipan yang mendukung atau Berkontribusi klausa sebelumnya.

– After we lost in competition, the teacher reminded us of the old saying: “If at first you don’t succeed, try and try again.”

Disclaimer: ini adalah catatan pribadi saya, beruntung jika nanti apa yang saya tulis ini bisa berguna untuk siapapun.